web site hit counter roseheart@blog.indosiar.com
     
    HOME BLOG
   
  Love Me or Die!
http://roseheart.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Drop Box
 
:: Happy Birthday, My Love! ::
Jumat, 4 Juli 2008 @ 09:52 WIB - Diari


July 4, 2008




MySpace Happy Birthday Comments



Honey... I feel so lucky
To share my life with someone
As loving, caring, and understanding....
As YOU!

Wishing your special day
Lights up your heart with happiness
Happy Birthday, my Love! :*




Disarankan: 0
  Komentar: 9 (Lihat)    Recommen | Print



:: Public Ethics - When You`re in the Elevator ::
Kamis, 3 Juli 2008 @ 22:30 WIB - Diari


Tidak seperti biasanya, hari ini saya pulang agak cepat. 17:36 saya turun dari lantai 13. Di dalam lift hanya ada satu orang, dua dengan saya jadinya.

Lift berhenti di lantai 12. Serombongan perempuan masuk. Saya memang hanya melihat sekilas kepada mereka karena saya masih asyik bermain-main dengan blackberry saya. Tawa dan gurauan disertai cekikikan mewarnai kegaduhan mereka memasuki lift. Ketika pintu lift tertutup, mereka masih asyik dengan suara berisik canda mereka.

Sebenarnya saya tidak peduli kalaupun mereka mau cekikikan atau bergurau dengan suara keras supaya terdengar semua orang di dalam lift, tapi ketika salah seorang dari mereka mulai bercanda dengan melompat-lompat di dalam lift, saya mulai terganggu, sehingga spontan saja saya menegurnya.

"Jangan lompat-lompat di dalam lift dong", tegur saya datar dan tegas masih sambil mengetik di BB tanpa melihat sedikitpun kepada orang yang saya tegur. Sudut mata saya menangkap kesan orang itu kemudian melihat kepada saya. Pandangannya menganggap saya yang aneh karena menegurnya seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan apapun. Cuma melompat-lompat kecil, apa salahnya? Mungkin begitu pikirnya.

Seorang temannya kemudian menetralisir dengan mengatakan "Jangan lompat-lompat di lift loe..."

Saya masih diam saja dan tidak sedikitpun ingin memberi peluang mereka untuk berbicara dengan saya. Tapi saya bersiap-siap kalau orang itu kemudian berbalik menyerang saya dengan argumennya.

Tapi itu tidak terjadi. Entah karena malu atau karena saya memasang wajah tak peduli, perempuan yang saya tegur itu terdiam dengan tampang kesal. Seketika itu juga keriuhan rekan-rekannya berhenti.

Saya turun di lantai 3 untuk menuju areal parkir. Tak peduli apakah mereka akan memaki saya begitu saya keluar lift, tapi saya yakin sudah bertindak benar menurut saya sendiri.

Saya menegur orang itu bukan karena sombong atau sok. Ketika salah seorang dari mereka melompat-lompat di dalam lift dan menimbulkan getaran naik turun, saya langsung teringat peristiwa jatuhnya sebuah lift di Ratu Plaza beberapa waktu lalu, dan beberapa kejadian lain yang pernah saya baca. Para korbannya luka-luka dan mengalami patah kaki karena lift-nya terputus dan kotak itu meluncur dengan sangat cepat sebelum orang-orang di dalamnya menyadarinya!

Saya tidak ingin menjadi korban dari kebodohan yang dilakukan oleh seseorang yang sama sekali tidak menyadari bahwa tindakannya bisa mencelakakan banyak orang. Memangnya kalau sampai terjadi kecelakaan karena kebodohannya melompat-lompat di dalam lift, apakah semua hal bisa diselesaikan dengan penyesalan?! Stupid!

Apakah saya paranoid? Ataukah saya pengecut?

Siapapun boleh memberikan penilaian apapun atas sikap saya. Tapi yang jelas, saya tidak akan membiarkan orang lain membahayakan jiwa saya.

Seandainya saja dia sadar bahwa gedung yang sudah berganti nama itupun tidak akan berganti umur meskipun seribu kali berganti nama dan dilakukan pemolesan di sana sini. Saya sudah 4 tahun berkantor di gedung itu, dan kejadian lift macet dan beberapa orang terkunci di dalamnya bukan hanya sekali dua kali terjadi. Saya juga sangat tidak yakin dengan maintenance yang dilakukan oleh pemilik gedung itu, mengingat setiap listrik mati, butuh waktu lebih dari satu jam bagi gedung ini sebelum bisa menyalakan generator cadangannya!

Gedung ini memang berlokasi di jalan MH Thamrin, tapi tidak bisa disejajarkan keamanannya dengan gedung-gedung baru yang berada di jalan yang sama.

Anyway, menurut saya, tidak semua orang sadar bahwa untuk mempergunakan lift atau elevator pun sebenarnya ada etika yang harus dipahami, terutama bila di dalam lift sudah penuh sesak dan fully loaded. Tidak semua orang ingin mendengar pembicaraan kita, so sebaiknya kita simpan saja pembicaraan kita untuk kita sendiri. Di atas semuanya, bertoleransi dan menjaga keselamatan diri dan orang lain jangan pernah dianggap remeh terutama kalau kita masih suka berjalan dengan kedua kaki kita.


Disarankan: 0
  Komentar: 2 (Lihat)    Recommen | Print



:: Commitment ::
Kamis, 3 Juli 2008 @ 08:16 WIB - Diari


Kau membuatku istimewa
Ketika kau mencintaiku….
Keraguanku akan diriku sendiri tiba-tiba
Tampak hanya sebagai kesalahpahaman yang bodoh

Selama ini…
Aku tak pernah tahu apa yang penting bagiku…
Kau memberi tatanan pada diriku
Dan
Aku menemukan alasan dan kekuatan untuk tumbuh…


Sebuah komitmen dalam hubungan percintaan merupakan kesepakatan cinta yang seharusnya membuat hidup bersama menjadi lebih harmonis, tidak sekedar berbagi tempat dan waktu bersama, tetapi juga menawarkan suatu cara saling menolong untuk menjadi orang yang kita inginkan.

Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya dan beberapa masukan yang saya dapat dari beberapa teman yang menjadi sumber tulisan saya. Melalui observasi dan diskusi, saya bisa membuat sebuah tulisan yang mungkin dapat juga sedikit membuka wawasan anda dalam melihat sebuah komitmen dan ikatan dalam suatu hubungan.

Setiap hubungan seharusnya mempunyai tujuan yang luas, seperti :

• Pertumbuhan dan Perkembangan yang terus menerus dari kedua pihak selaku PRIBADI.
• Pembagian tanggung jawab yang sama untuk menghindari terhalangnya suatu pertumbuhan yang cenderung dapat membatasi kebebasan pribadi.
• Saling membantu kedua belah pihak untuk mendapatkan dan melaksanakan hak-hak masing-masing sesuai kebutuhan.

Membuat komitmen adalah membuat kesepakatan yang merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam kehidupan anda. Dalam memutuskan untuk membina kehidupan bersama, sebagian orang telah yakin akan kesuksesan mereka, sebagian lagi telah menutup kegagalan mereka.

Membuat komitmen adalah juga membuat perjanjian. Tetapi banyak terjadi bahwa pembuatan perjanjian itu tanpa disertai pemahaman dengan baik mengenai siapa mereka, apa yang mereka lakukan, dan arti dari komitmen itu sendiri.

Terlalu awal membuat suatu perjanjian terkadang bisa menjadi suatu tindakan yang mengambil resiko membatasi pertumbuhan kita sendiri. Saya banyak melihat terlalu banyak pasangan yang hidup bersama tanpa mengetahui apa yang sebetulnya sangat perlu dilakukan atau apa yang bisa diharapkan dari hubungan tersebut.

Baiklah, sekarang kita persempit topik mengenai komitmen ini menjadi sebuah komitmen dalam suatu hubungan pernikahan. Saya rasa ini perlu juga diketahui oleh pasangan-pasangan muda yang sedang membina hubungan ke arah sana, atau bagi anda yang baru saja memasuki gerbang pernikahan 

Pernikahan yang lemah yang sering terjadi antara dua orang yang belum mengenal siapa diri mereka sendiri dan belum mengembangkan keahlian untuk melihat berapa besar persepsi mereka tentang pasangan mereka, pada umumnya merupakan suatu produk imajinasi dan khayalan masa muda saja.

Pada kondisi tertentu, anda mungkin membayangkan bahwa orang yang dicintai adalah orang yang anda butuhkan. Jika anda termasuk yang berfikiran seperti ini, berhati-hatilah karena ketika anda mendapatkan ‘penyimpangan’ dalam arti ketika pasangan anda tidak seperti yang anda bayangkan, anda akan kecewa.

Pertumbuhan emosi akan terus berjalan. Banyak pasangan mempertahankan kepura-puraan demi menjaga hubungan tetap berjalan dengan baik tanpa ada gejolak-gejolak yang berarti atau takut menyinggung perasaan. Mempertahankan kepura-puraan akan mengakibatkan sebuah pernikahan yang dipaksa kaku, karena harus menghalangi perubahan atau melihat kasih sayang pasangannya berubah atau ‘menghindari’ mengetahui bahwa sejak semula mereka telah melakukan kesalahan.

Bagian dari cinta yang tergantung pada penyimpangan seperti di atas akan melemah dengan cepat. Hubungan yang didasarkan pada penyimpangan tidak akan pernah mencapai keluwesan yang diperlukan untuk pertumbuhan kedua belah pihak, dan membuat keduanya sulit merasakan kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu nyata. Kebahagiaan yang saya maksud di sini adalah satu bentuk pencapaian yang nyata, dan bukan menawarkan pengganti untuk memenuhi harapan yang didasarkan pada penyimpangan tadi.

Ketika anda menjalin hubungan pada masa muda, emosi anda dan pasangan anda akan terus berkembang seiring dengan kedewasaan dan usia anda masing-masing. Sejalan dengan itu, masing-masing dari anda akan menghadapi bagian-bagian baru dari diri anda sendiri yang bahkan tidak disadari oleh pasangan anda sebelumnya. Dan ketika itu anda mungkin akan terkejut dengan perubahan yang terjadi pada pribadi pasangan anda ketika anda mengetahui kebutuhan pasangan anda akan suatu pengakuan karakter. Jangan pernah membuat suatu perjanjian ketika anda belum sadar sepenuhnya apa yang anda cari dalam komitmen tersebut.

Di Indonesia masih banyak pernikahan yang dilakukan secara konvensional tanpa melihat bahwa komitmen sangat penting diterapkan sebelum memasuki lembaga itu. Kebanyakan pasangan merasa yakin ketika sudah hidup bersama, semua masalah akan dapat diatasi bersama. Tapi mereka lupa untuk melihat peluang pertumbuhan perkembangan pribadi mereka.

Kita tidak harus selalu menjadi apa yang dibutuhkan pasangan kita. Terlalu banyak di luar sana, keuntungan yang hanya bisa didapat dari mengenal orang lain, bisa hilang karena kita mengharapkan itu hanya dari pasangan kita.

Memang sangat sulit membuat keputusan yang tepat untuk diri anda sendiri pada waktu Anda sendiri belum selesai menjadi siapa Anda.

Membuat daftar inventaris pikiran dan perasaan masing-masing sebelum melangkah ke jenjang pernikahan atau membuat suatu komitmen bisa menjadi satu langkah yang membantu keberhasilan suatu hubungan yang sehat. Inventaris ini akan mencakup bagaimana perasaan anda sendiri, tentang orang yang akan anda ajak berkomitmen, tujuan PRIBADI anda, kekesalan, dan kesenangan anda. Ketika anda membuat daftar inventarisasi ini, anda akan menemukan bahwa perasaan anda ternyata lebih kompleks dari yang anda sadari.

Mungkin pula anda akan menemukan bahwa cinta anda kepada pasangan anda suatu saat mungkin membuat anda merasa jengkel ketika dikecewakan. Dari daftar itu mungkin anda akan mendapati bahwa tujuan anda mungkin masih kabur, kekesalan anda mungkin akan menjadi hal sepele, atau mungkin anda mendapati bahwa anda telah menyembunyikan perasaan anda yang sesungguhnya dari pasangan anda karena anda merasa cemas. Ide-ide yang sebelumnya anda abaikan, tiba-tiba mungkin akan kelihatan sangat penting. Adalah sangat penting menemukan diri anda sendiri sebelum anda membiarkan diri anda terjebak dalam sebuah komitmen. Membuat komitmen dalam suatu hubungan percintaan sama dengan mempertaruhkan kartu AS anda.

Mungkin anda akan bertanya, apakah dari hasil pengenalan diri sendiri ini, akan membawa kita sampai ke arah pemutusan hubungan ketika diri kita merasa belum siap atau tidak menemukan kecocokan karakter? Jawabannya tentu saja hanya anda yang bisa menjawab, karena ketika anda mengenali diri anda dan siapa anda, maka anda akan juga menemukan apakah anda sudah siap berkomitmen atau belum, atau apakah pasangan anda orang yang tepat untuk diajak berkomitmen atau tidak.

Manusia bisa berubah. Karena manusia berubah maka hubungan akan tumbuh. Ketika emosi kita tumbuh, maka kita pun akan berubah. Seringkali ini menjadi suatu hal yang membingungkan dalam suatu hubungan.

Cobalah bertanya pada diri anda sendiri, mana yang lebih penting, masa mendatang, sekarang atau masa lalu, rencana dan maksud, pencapaian atau harapan?

Banyak hal yang bisa terjadi sedemikian buruknya. Pengalaman saya di masa lalu telah membuka mata saya akan pentingnya sebuah komitmen yang matang dimana kita sudah bisa menjadi diri kita sendiri. Terlalu banyak ide-ide yang hanya bisa menjadi kenangan ketika kita kehilangan kesempatan untuk menjadi diri kita sendiri.

Ketika tersadar, saya bertanya pada diri saya sendiri :

“Mengapa saya ingin melakukan hal ini untuk menjadi orang lain?”

“Apa yang salah dengan cara-cara yang biasa saya lakukan?”

“Waktu itu saya bahagia”

“Ketika saya memulai hubungan itu saya masih belum dewasa, sekarang semuanya kelihatan berbeda”

“Tetapi dulu saya bahagia”

“Saya tidak tahu banyak tentang hal-hal yang membuat saya menjadi tidak bahagia”


“Apa yang harus saya lakukan sekarang?”


Yang saya coba lakukan ketika itu adalah mencoba menemukan diri saya yang sebenarnya. Menjadi diri saya sendiri. Membiarkan pikiran saya tumbuh walaupun saya harus kehilangan pasangan saya.

Kemudian saya berkata pada diri saya sendiri :

“Ini akan menjadi perjalanan hidup saya sendiri”

“Hanya ini yang bisa saya lakukan sekarang walaupun dulu saya telah hidup bersamanya”


Ketika saya merasa makin yakin bahwa saya sudah menemukan diri saya sendiri, saya menemukan seseorang yang selama ini saya impikan bisa membuat pribadi saya tetap tumbuh. Saya membina hubungan dengan lebih matang dengan anggapan bahwa hubungan itu akan selalu menyesuaikan diri dengan pertumbuhan pribadi masing-masing. *yep, it's you hon... Muach!

Yang saya lakukan sekarang adalah :

“Saya akan mulai terbang sendiri”

“Saya menemukan sebagian dari diri saya mulai tumbuh”

“Saya mempunyai visi tentang diri saya lebih baik dari sebelumnya”

“Saya ingin mencoba sayap-sayap ini, dan membuatnya lebih kuat lagi dan akan kembali untuk mengajak dan mengajari pasangan saya bagaimana caranya terbang”


Mendorong pasangan kita untuk menemukan dirinya sendiri merupakan cara yang paling baik dalam mempersiapkan diri menuju arah suatu komitmen. Jangan pernah mencoba merusak rencana-rencana pasangan kita atau menahan semangatnya. Jika anda mencoba melakukannya lagi, maka saya yakin itu adalah cara yang paling cepat untuk mengusirnya pergi dan membuktikan bahwa anda tidak bisa lagi bersamanya, apalagi membuat suatu komitmen.

Pastikan bahwa anda mengetahui apa yang anda inginkan. Dalam membuat suatu komitmen, yang paling utama adalah kedua pihak harus membuat kesepakatan untuk mengembangkan dan mempertahankan kejujuran serta berbagi dan menerima kebenaran dalam hubungan apapun yang terjadi.



Disarankan: 0
  Komentar: 6 (Lihat)    Recommen | Print



:: Last Call for Roseheart`s Writers ::
Selasa, 1 Juli 2008 @ 10:00 WIB - Diari


Friends,

As informed previously, today is the last chance for you to submit your profile and picture to our Editor so he would be ready with the dummy this Friday.

This call is especially addressed to the writers who haven't sent their profile and picture. Our deadline is coming so I'd really appreciate your cooperation to do it as soon as possible, otherwise we would need to publish this book without including your story.

Thank you for your time!

Best,
R



Disarankan: 0
  Komentar: 5 (Lihat)    Recommen | Print



:: Always harvest what you plant ::
Senin, 30 Juni 2008 @ 11:54 WIB - Diari


Siapapun akan tidak suka ketika menyadari banyak orang tidak menyukai dirinya. Termasuk penjahat sekalipun.

Pada dasarnya orang hidup memang butuh apresiasi entah darimana asalnya. Semua orang punya nurani yang butuh diperhatikan orang lain, hanya cara untuk mengekspresikannya sangat berbeda, tergantung sifat masing-masing orang.

Musuh saya pergi sebelum 'perang' kami usai. 'Perang' ini tidak indah lagi. Tapi saya sudah minta anak buahnya untuk 'menunda' permasalahan ini sampai atasan saya kembali dari cuti. Filipino sialan ini benar-benar akan jadi musuh saya dimanapun dia bertugas selama masih di Organisasi yang sama, and I'll never want to communicate with her anymore! We're enemy forever and everywhere in this world!

Minggu lalu, saya dapat masukan dari rekan senior saya bahwa kontrak dia di Indonesia tidak diperpanjang karena manajemen juga tidak puas dengan performance kerjanya. Dan saya sama sekali tidak mau jadi korban kebodohannya yang sama sekali tidak profesional itu merusak perjalanan karir saya. Ternyata dia juga curhat kepada rekan senior saya ini mengenai kenapa the big boss hates her and so other people in this office.

Stupid, berarti dia sama sekali tidak pernah menyadari tindakannya yang tidak profesional dilengkapi dengan kebodohannya kerap kali merugikan dan menyakiti hati orang lain! Expatriate kok bodoh, bisanya cuma kiss Ass! What a shame! At the end ternyata orang lain juga menyadari "she's not even a good kisser, even only to kiss ass!"

Last week, sebuah farewell messsage dikirimkan ke email, salam perpisahan darinya. Farewell messagenya pun sama sekali tidak mengundang simpati. Tidak ada seorangpun yang meresponnya kecuali satu dua orang di daerah yang belum pernah bertemu dan bekerjasama langsung dengannya!

This has made me learn something. Siapa menanam, dia menuai. You will always harvest what you plant. Everyone is happy with her leaving the mission. No one would miss her. Hope she could learn something too. If not, then she's really a professional asshole!



Disarankan: 0
  Komentar: 4 (Lihat)    Recommen | Print



S E L A N J U T N Y A »



 

Remember the Dignity of your WOMANHOOD. Do not appeal. Do not beg. Do not grovel. Take courage, Join hands Stand beside me Fight with me!

Disclaimer :

This blog is developed under my personal interest, and the information you obtain on this blog is not, nor is it intended to be valid for everyone. You should consult directly to me should you need anything to raise.

Should there be any duplications or clones of this blog, please be noticed that this is the only blog that ever published under Roseheart's originality.

Thank you for visiting!

 
    » Profile
    » Buku Tamu
:: happy birthday, my love! ::
:: public ethics - when you`re in the elevator ::
:: commitment ::
:: last call for roseheart`s writers ::
:: always harvest what you plant ::
Arsip Blog 
CARI BLOG:
:: Amrikasari's Blog ::
Roseheart's Friendster
:: The Winners - Rose Heart Short Story Competition 2008 ::
:: Vote - 6 TOP STORIES ::
Join 2nd Roseheart Short Story Competition 2008!
¤ Rose Heart Personality Profile ¤
Appreciation from Indamz aka Uwie
:. I am a GOLFER! .:
The Winners - Rose Heart Short Story Competition 2007
:. the Big 8 - Rose Heart Short Story Competition .:
kurajamban
miladewi
yuzi_biyan
haerulsohib
deesan
Total: 6409 
huaahahah,, kek phobi...
asli... gw sedikit pa...
wah... telat gw... b...
...
selamat ya........
 
 
Created on:
Senin, 20 February 2006 @ 15:49 WIB
 
   
 
Drop Box
Yang diberikan Tuhan ....
Proviciat! HEBAT!
Lomba Cerpen 2008 ; deg-deg an!
Blogger bukan hacker
tutorial-memasukkan shoot...
air berutak
uhuk uhuk.
pasang logo stop narkoba
senja
jangan lari
kubangan celoteh
the real cubang
gratisan zone
rezasyahputra
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI