web site hit counter lilyana@blog.indosiar.com
     
    HOME BLOG
   
  (((lilyana)))
http://lilyana.bloggaul.com
Login | Belum terdaftar? | Lupa password?  
   
   

PENGUMUMAN:
Drop Box
 
Princess Hours Episode 12
Minggu, 1 Oktober 2006 @ 20:37 WIB - Musik, Film & Hiburan


Meminta supaya hal itu dirahasiakan supaya tidak membuat kehebohan di pihak istana, Shin juga mengusulkan untuk mengembalikan posisi Putri Hye-jong dan Yool di istana. Hal ini sudah tentu membuat permaisuri tidak senang, apalagi pihak kongres sepertinya setuju.

Sadar kalau sang ibu menentang keras kembalinya Putri Hye-jong, Putri Hwan-hyeong berusaha menentramkan Permaisuri dan memintanya untuk bisa mengikuti arus. Keadaan semakin kacau ketika belakangan Putri Hye-jong dengan sedikit siasat berhasil mengadudomba Permaisuri dan Ibu Suri.

Mendapat telepon dari Hyo-rin, Shin dengan penyamarannya menemui gadis itu di sebuah toko buku. Sempat gembira karena mengira pemuda itu merespon, wajah Hyo-rin berubah ketika Shin menyebut tentang Chae-kyoung yang telah mengubah hidup sang pewaris kerajaan dan bahwa kejadian di Thailand tidak akan terulang lagi.

Pertemuan dengan Hyo-rin membuat Shin murung, bahkan tingkah Chae-kyoung gagal membuatnya tersenyum. Keesokan harinya, gadis itu kembali dibuat panas karena ketika hendak menyerahkan kue buatannya pada Shin, ternyata Hyo-rin telah mendahuluinya. Reaksi sang suami yang lagi-lagi begitu dingin membuat penderitaannya semakin lengkap.

Meski nampak berambisi, pikiran Yool berubah setelah berbicara dengan Chae-kyoung. Ketika bertemu dengan Ibu Suri, ia meminta supaya posisinya diletakkan di bawah Pangeran Yool, dan sudah tentu hal ini membuat Putri Hye-jong kaget dan kecewa karena kejadian itu sebenarnya peluang mereka untuk mulai merebut tahta kerajaan.

Keadaan istana mulai berubah ketika Raja mendadak ambruk saat tampil didepan wartawan, hal ini mau tidak mau membuat Shin harus mulai mengemban tugas resmi tampil di hadapan publik. Ketika berpapasan dengan Putri Hye-jong dan Shin, yang baru saja dinobatkan dengan gelar resmi, mereka saling bertukar 'pesan'.

Chae-kyoung yang diminta menemui Ibu Suri masuk ke kamar Shin untuk meminjam kamera sang suami, dan dibuat terpana oleh kenyataan bahwa Shin masih menyimpan dengan rapi semua pemberian Hyo-rin. Keruan saja ia tidak sanggup menahan air matanya, hal yang sempat membuat Shin keheranan sebelum akhirnya tahu apa penyebabnya.

Dalam kunjungan ke sebuah museum penuh boneka, Chae-kyoung merasakan kegembiraan meski belakangan ia malah jadi serba-salah ketika Ibu Suri minta dilukis. Baru saja hendak kembali beristirahat, gadis itu dikejutkan oleh Shin yang ternyata juga berada disana


Disarankan: 0
  Komentar: 0    Recommen | Print



The Hospital Episode 8
Selasa, 26 September 2006 @ 22:13 WIB - Musik, Film & Hiburan


Begitu Presiden pergi, pihak kepala rumah sakit langsung memanggil Dokter Qiu untuk menanyakan keputusan pemindahan Xin-ping. Merasa anak buahnya dipojokkan, Dokter Tang balik menuduh Yi-hua lah yang menghasut sehingga terjadi semua itu.

Ketika diadakan rapat untuk bagian penyakit luar, kemarahan Dokter Tang akhirnya meledak ketika Yi-hua menyela pembicaraannya. Pemuda itu bahkan mengaku kalau dialah yang membujuk Dokter Qiu untuk memindahkan Xin-ping, dan menyebut keputusan yang diambil Dokter Tang bakal berakibat fatal.

Guan Xin sadar kalau dirinya tidak mungkin menghadapi pihak rumah sakit dan keluarga pasiennya yang meninggal sekaligus, dan memutuskan untuk menemui pengacara bernama Hong Wei. Untuk penyelidikan, pengacara muda itu mulai mewawancarai kliennya dan mulai mencatat sejumlah fakta yang diharap bisa membantu Guan Xin.

Di rumah sakit, Yi-hua kembali mendapat pasien baru Zhang Jian yang telah berada dalam keadaan koma. Disampingnya, sang istri yang bernama Mei-xing terus mendampingi sambil menangis. Masalahnya selain baru saja melahirkan, Mei-xing juga dibuat panik karena suaminya terancam dipecat dari pekerjaannya.

Masalah ternyata tidak hanya sampai disitu, bayi yang dilahirkan Mei-xing memiliki masalah pada bilik kiri jantungnya. Melihat wanita itu mulai histeris melihat bayinya yang berada di inkubator, Yi-hua berusaha menenangkan dan menyebut kalau dirinya bakal memastikan semua dalam keadaan baik-baik saja.

Baru saja sampai dirumah, Yi-hua mendapat email dari seseorang yang masih misterius yang memperingatkannya untuk berhati-hati dengan konflik internal dalam rumah sakit. Di tempat lain, niat Guan Hua yang berusaha menolong Guan Xin menjadi bumerang, rekan-rekan yang disuruhnya untuk mengerjai Tuan Deng malah jadi korban.

Keesokan harinya, masa-masa sulit bagi Yi-hua dan Guan Xin dimulai. Gadis itu mulai mendapat tekanan dari atasannya Dokter Lai, sementara Yi-hua dijauhi oleh rekan-rekannya sehingga ia ditinggal sendirian di ruang tempatnya bertugas


Disarankan: 0
  Komentar: 1 (Lihat)    Recommen | Print



The Hospital Episode 7
Selasa, 26 September 2006 @ 22:08 WIB - Musik, Film & Hiburan


Rupanya, semua itu adalah ulah Tuan Deng dan anak buahnya yang tidak puas melihat Guan Xin tidak mendapat ganjaran yang setimpal. Sebisa mungkin, Yi-hua membantu Guan Xin membereskan perabotan rumahnya yang berantakan.

Tersentuh oleh keramahan pemuda itu, Guan Xin akhirnya setuju untuk makan malam bersama. Setelah sekian lama, mereka akhirnya bisa akrab seperti halnya saat belum menjadi dokter. Bisa ditebak, karena banyak minum bir maka gadis itu akhirnya mabuk.

Demi 'menolong' Guan Xin yang hujan-hujanan, Yi-hua akhirnya basah-kuyup sehingga mau tidak mau ia harus mengeringkan tubuhnya di kediaman gadis itu. Terbawa suasana romantis, keduanya nyaris saja berciuman kalau saja Guan Hua tidak muncul dalam keadaan mabuk.

Yi-hua yang merasa sedikit menyesal tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, pria yang akhirnya menginap di rumah Guan Xin itu mengatakan bahwa apapun yang terjadi, ia ingin gadis itu bakal bahagia berharap bisa berada di sisinya. Ucapan tersebut membuat Guan Xin tersentuh, dan saat bangun keesokan harinya, Yi-hua telah pergi.

Ketika kembali ke rumah sakit, Guan Xin mendapati Yi-hua telah menunggunya di lobi sambil bermain kursi roda, dan tersenyum lebar saat tahu hal tersebut dilakukan karena pemuda itu kuatir ada yang mengganggunya lagi. Begitu sampai di meja kerjanya, keadaan Yi-hua yang belum mengganti pakaian langsung dilihat oleh Lan Mei, yang dengan cepat menebak kalau semua ada hubungannya dengan Guan Xin.

Baru saja mulai tenang, emosi Guan Xin kembali naik saat atasannya di bagian bius memanggil dan mendadak menyerahkan uang dalam jumlah besar. Dengan marah, ia menyebut dirinya tidak bersalah dan menolak upaya pihak rumah sakit untuk menyuapnya secara halus


Disarankan: 0
  Komentar: 1 (Lihat)    Recommen | Print



The Hospital Episode 6
Selasa, 26 September 2006 @ 22:05 WIB - Musik, Film & Hiburan


Bahkan, sang atasan mampu melihat pemberian barang antik yang diprakarsai oleh pimpinan rumah sakit daerah Dokter Ji merupakan salah satu cara untuk melobinya. Ketika berjalan pulang dengan gontai, Dokter Tang diberitahu Dokter Qiu soal kondisi Xin-ping.

Namun, pria setengah baya itu nampaknya lebih memikirkan reputasinya daripada keselamatan orang lain, dan meminta Dokter Qiu untuk menjaga keadaan tetap aman hingga pemilihan kepala rumah sakit yang baru. Bingung karena tidak tahu harus berbuat apa, Dokter Qiu pergi ke sebuah bar dan bertemu Yin-fen yang telah menunggu.

Ketika hendak masuk menemui Xin-ping, nyaris saja terjadi keributan antara Yi-hua dan petugas keamanan, beruntung putri Presiden Taiwan itu muncul. Begitu melihat hasil rontgen, pria itu langsung tahu ada sesuatu yang salah dan meminta supaya operasi pencabutan salah satu selang di tubuh Xin-ping segera dilaksanakan.

Keputusannya yang memikirkan nyawa orang lain diatas segalanya malah membuat salah seorang petugas jaga melaporkan kejadian itu pada Dokter Qiu. Sadar akan waktu yang semakin mendesak, ia meminta bantuan sang asisten Wen Li untuk segera melakukan operasi.

Benar saja, tak lama kemudian Dokter Qiu muncul dan keduanya mulai berdebat. Begitu diberitahu semua harus melalui ijin Dokter Tang, Yi-hua langsung mendatangi rumah dokter senior itu.....dan mendapat jawaban seperti yang sudah diduga sebelumnya. Ketika kembali, ia diminta memberitahu Xin-ping kalau gadis itu akan dipindahkan ke ruang Unit Gawat Darurat.

Ternyata Dokter Qiu tidak sejahat yang dikira, ia berjanji pada Yi-hua bahwa insiden yang terjadi sebelumnya tidak akan dilaporkan pada Dokter Tang. Selain itu, Dokter Qiu juga mengingatkan Yi-hua yang penuh idealisme untuk bisa mengontrol emosinya mengingat seorang dokter harus berpikiran matang.

Kecewa karena usahanya mendapat publikasi tidak terjadi, Tuan Deng kembali berulah dan mengerahkan anak buahnya untuk berdemonstrasi didepan rumah sakit menuntut keadilan bagi nyawa Hui-ying. Keruan saja hal itu membuat posisi Guan Xin terjepit, apalagi gadis itu nekat menemui kerumunan tersebut.


Disarankan: 0
  Komentar: 0    Recommen | Print



The Hospital Episode 5
Selasa, 26 September 2006 @ 22:03 WIB - Musik, Film & Hiburan


Tidak kehabisan akal, Yi-hua meminta bantuan Dokter Xu yang adalah bagian dari tim medis presiden. Meski tahu kalau niat pemuda itu tulus, sang atasan memintanya bersabar karena tidak ingin 'berkelahi' dengan Dokter Tang lagi.

Atas perintah atasannya, Dokter Qiu berusaha membujuk Guan Xin untuk mau memikul tanggung jawab atas meninggalnya Hui-ying salah seorang pasien sambil mengiming-imingi masa depan yang lebih cerah. Namun usahanya sia-sia, pasalnya gadis itu memiliki sifat yang nyaris sama dengan Yi-hua yaitu berpikiran lurus.

Keadaan semakin runyam setelah pihak keluarga Hui-ying meminta pertanggungjawaban rumah sakit, sementara Tuan Deng tunangan wanita yang meninggal mulai marah-marah. Keadaan semakin panas setelah Guan Xin muncul, terutama karena keberanian gadis itu untuk mengkonfrontasi setiap ucapan Tuan Deng yang sepertinya sengaja mencari gara-gara.

Melihat ketulusan Guan Xin, ibu Hui-ying tersentuh dan menyatakan siap mempercayai penuturan dokter ahli bius itu. Namun, keadaan berubah ketika reporter Yin-fen muncul, Tuan Deng langsung memberi isyarat pada anak buahnya untuk memberi keterangan yang menyudutkan pihak rumah sakit.

Ketika bertemu Guan Xin di kantin, Yi-hua berusaha menghiburnya sekaligus menceritakan keadaan Xin-ping. Siapa sangka, Guan Xin yang emosinya sedang tidak stabil menganggap pemuda itu hanya bertujuan mencari popularitas belaka, sehingga keduanya berpisah dengan keadaan sama-sama emosi.

Dipusingkan oleh masalah tuntutan hukum yang dialami pihaknya, kepala rumah sakit Huang Kai-yan berinisiatif meminta bantuan dokter Tang untuk mau membujuk Guan Xin. Dengan tersenyum simpul, dokter yang haus popularitas tersebut sadar apa manfaat yang didapatnya bila bisa membantu.

Di apartemennya, ucapan Dokter Qiu, Dokter Xu, dan Guan Xin terus terngiang di telinga Yi-hua. Sempat berniat untuk melupakan kejadian Xin-ping, ia langsung bergegas ke rumah sakit saat mendapat email yang menyebut gadis itu berada dalam kondisi kritis


Disarankan: 0
  Komentar: 0    Recommen | Print



S E L A N J U T N Y A »



 

 
    » Profile
    » Buku Tamu
princess hours episode 12
the hospital episode 8
the hospital episode 7
the hospital episode 6
the hospital episode 5
Arsip Blog 
CARI BLOG:
mastery
ferror
mastery
coreana
herdiboy3
Total: 2975 
Nez U Rocks!!
~LiFe is BeAuTiFuL~
*Cerita*
.: ~ c3mpLo3cK ~ :.
cuerly
wah ternyata kegemara...
trus...
wah rajin amat sih...
...
kayanya nambah seru d...
 
 
Created on:
Senin, 3 Oktober 2005 @ 21:01 WIB
 
   
 
Drop Box
Yang diberikan Tuhan ....
Proviciat! HEBAT!
Lomba Cerpen 2008 ; deg-deg an!
Blogger bukan hacker
tutorial-memasukkan shoot...
air berutak
uhuk uhuk.
pasang logo stop narkoba
senja
jangan lari
kubangan celoteh
the real cubang
gratisan zone
rezasyahputra
 
   
   
    Copyright © 2004 PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI