| |
|
Senin, 14 April 2008 @ 10:24 WIB - Diari
Peranah kah anda berpikir bagaimana anda tercipta di muka bumi ini? Ketika anda dilahirkan, begitu kecil dan ringkih. Dibelainya dalam buaian bunda, di beri susu, lalu anda tumbuh menjadi tinggi dan tumbuh menjadi dewasa.
Ketika masa pertumbuhaan itu, merasakah kesakitan yang amat sangat ketika tulang-tulang dalam badan memanjang lalu berpendar? Tidak!
Lalu tiba-tiba anda tumbuh menjadi sekarang ini. Melihat dunia lalu berkeliling menyaksikan belahan dunia. Melihat begitu kaya dan ragamnya budaya, bahasa, perilaku hingga anda terkesan oleh budaya orang lain, suku lain, bangsa lain dengan beribu-ribu bahasa yang berbeda.
Pernahkah anda berpikir bagaimana ini semua di ciptakan? Warna biru di langit, warna emas matahari, semut yg berkeliling berkerumun dalam toples gula, udara yang masuk dalam rongga dada, dan milyaran lainnya yang terlewati oleh daya pikir kita?
Sebetulnya saya ingin bertanya, sebenarnya apa tujuan anda hidup di dunia ini?
|
Disarankan: 0
 |
| |
henceu Senin, 14 April 2008 @ 10:41 WIB
 (Reply)
tujuan saya hidup di dunia?mau tau aja kamu
|
|
 |
 |
 |
| |
debby_cavanna Senin, 14 April 2008 @ 10:45 WIB
 (Reply)
niru postingan blackedeath.. ada tuh blacky posting ttg ginian udah lama bgt..
|
|
 |
 |
 |
| |
hideous Senin, 14 April 2008 @ 11:03 WIB
 (Reply)
tujuan gue???  ogah kasih tau ah, entar dibilang curhat lagiiii
|
|
 |
 |
 |
| |
harry_zoe Senin, 14 April 2008 @ 11:04 WIB
 (Reply)
life is so beautifull make my way of life so simple respect the other and enjoy your life! life is so beautiful
|
|
 |
 |
 |
| |
keyko_marsh Selasa, 15 April 2008 @ 16:21 WIB
 (Reply)
tujuan hidup gw cuma satu pengen bahagia
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Rabu, 16 April 2008 @ 18:16 WIB
 (Reply)
pertanyaannya seperti sedang mengalami kegaduhan jiwa atau keresahan sama seperti yang pernah kualami, ingin mencari makna hidup, memang gampang-gampang susah, apalagi kita tahu bahwa hidup bukan sekedar makan atau memenuhi hasrat lahiriah. namun juga pasti ada sisi psikis yang paling bermakna...
yang jelas hidup ini sebuah pilihan yang sulit...antara melanjutkan tugas mulia sebagai manusia atau hanya seperti hukum kewajaran yang dianut oleh kebanyakan manusia......
maaf kepanjangan komentnya
|
|
 |
 |
 |
| |
ferror Rabu, 16 April 2008 @ 18:29 WIB
 (Reply)
gue penasaran sama topeng dibalik free black ... wkwkwkw
 |
 |
| |
 |
hideous Jumat, 18 April 2008 @ 18:06 WIB
iye!sama fer, eh tapi makasih ya om , udah pilih gue
|
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
Minggu, 6 April 2008 @ 08:37 WIB - Diari
Terkadang menjadi manusia itu serba salah. Ketika kita ingin bersikap baik selalu saja ada godaan. Entah itu datang dari teman, kekasih, pacar dan lain sebagainya. Ada saja yang bisa menyulut emosi.
Bila ada kiri pasti ada kanan, ada atas ada bawah, ada perang ada damai, ada siang ada malam. Begitu pun emosi ada positive ada negative. Dan manusia pasti memiliki emosi, kecuali anda adalah kotak koin telepon umum.
Saya mengerti manusia memang di kodratkan memiliki emosi. Namun saya juga sadar manusia juga di beri akal agar mampu memanaje emosi itu dalam jalur yang positif dan proporsional. Artinya boleh saja sih marah, menangis, menggerutu, bahkan mengeluh sekalipun. Namun hal-hal tersebut tidak di lakukan sepanjang kita bernafas. Masa sih mau jutek terus.
Kalau ada yang begitu siap-siap saja di rawat di unit gawat darurat rumah sakit jiwa. Berarti kamu mengalami stress akut. Dan harus di ikat ke tempat tidur. Wah berlebihan sekali mengetiknya.
Sudah lama saya tidak melakukan “walking on da blog.” Saya takjub akan kemampuan blogger menjabarkan setiap kata dalam kalimat. Terkadang emosi saya menjadi tersulut. Saya bisa takjub itu sendiri merupakan emosi bukan? Mengapa saya bisa tersulut? Rekan-rekan blogger sungguh manis mengungkapkan isi hatinya masing-masing. Ada yang gembira, ada yang sedih, ada yang saling memaki, ada yang mengeluh, wah banyak ya emosi yang terkandung dalam badan kalian?
Pengayaan emosi itulah yang menjadikan semua rasa tercampur baur menjadikan suatu sinkronisasi yang tunggal dalam kemajemukan karya. Sungguh hebat. Sekali lagi saya takjub akan perkembangan psikologi juga intelegensia anda semua.
Didalam suatu kemajemukan terdapat rasa yang begitu toleran dalam menyikapi banyak hal. Dalam perasaan yang berbeda menimbulkan akuisi-akuisi yang sacral. Dimana suatu blog adalah suatu pemikiran murni dari sang penciptanya, yaitu sang blogger.
Kita coba mengejawantahkan setiap perilaku dalam kandungan emosi yang hakiki, pada setiap padanan kata yang kita toreh di dunia maya ini menjadi sepenggal emosi yang terekam untuk khalayak.
Mampukah orang lain menangkap emosi dan rekaan dalam jiwa kita sang penulis, sang komentator, bahkan mungkin sang provokator namun saya lebih senang menyebut sang provokator menjadi TS (threads source) dimana TS berfungsi untuk memancing semua khalayak mengungkapkan pendapat-pendapat dalam suatu postingan atau wacana tertentu. Peran TS sungguh menakjubkan. Ia akan membawa emosi anda ke suatu jalur yang penuh perdebatan, pembahasan untuk menghasilkan kesimpulan tertentu, mungkin bahkan tanpa kesimpulan.
Didalam dunia nyata yang terbias dalam dunia maya atau dunia cyber, perilaku setiap manusia tetaplah sama. Tak mungkin berubah. Malah saya lebih yakin perilaku sebenarnya dari setiap individu tercipta di dunia maya. Mengapa saya yakin akan hal itu?
Pertama di dunia maya setiap individu merasa memiliki tameng, bahwa ini bukan diri “aku” bahwa ini orang lain. Setiap perilaku yang terjadi adalah mutlak bukan milik aku. Itu adalah hasil rekayasa saja. Padahal jauh diluar pemikiran-pemikiran tersebut, sadar atau tidak, karakter dari perilaku itu adalah bentuk nyata dari emosi individu ybs.
Kedua, setiap individu yang terhubung ke dalam cyber adalah indvidu-individu kreatif. Dimana ia ingin di “akui.” Ingin di lihat sejauh mana eksistensinya berbudaya dalam suatu nilai-nilai kreatif suatu karya tunggal maupun majemuk oleh komunitasnya berada. Misalkan dalam dunia per-blogan, anda di tuntut secara tidak langsung untuk menampilkan suatu karya yang unggul. Karena keunggulan adalah kunci eksistensi anda dalam bersosialisasi. Oleh karena itu sifat dasar manusia adalah survival, sadar atau tidak anda telah berusaha ingin tetap hidup dalam suatu komunitas. Atau anda tersingkir dalam kesakitan yang amat parah.
Ketiga, setiap individu memiliki suatu ego. Baik itu yang berbias maupun yang tunggal dalam perilaku. Artinya berbias adalah suatu kemajemukan jiwa, emosi dalam diri masing-masing individu yang di pengaruhi oleh keadaan-keadaan tertentu di luar jiwa itu sendiri. Seperti mood, bisikan-bisikan, atau sarapan anda di pagi hari. Hal-hal tersebut dapat memicu suatu emosi apakah ia positif ataukah ia negative. Tunggal berarti sikap tersebut memang adalah karakter anda sendiri yang lahir dari kemanunggalan anda sebagai manusia dewasa.
Namun di luar point-point tersebut diatas, antara salah dan benar adalah suatu keniscayaan dalam hukum relativitas alam. Sesuatu menjadi salah atau benar di pengaruhi oleh beberapa factor seperti lingkungan, pemikiran, pemahaman dan ideology (agama, UU dan peraturan-peraturan lain yang sifatnya mengikat).
Apa yang saya ketahui sebagai manusia yang sarat dengan kehidupan religy, salah dan benar hanyalah milikNya semata. Walaupun keputusan salah dan benar terputuskan dalam suatu emosi tertentu yang menaungi anda kala itu. Spontanitas, bagi orang yang memiliki sikap, dan ragu-ragu bagi pemilik jiwa-jiwa labil. Dan tak memiliki jiwa bagi orang-orang yang hanya bisa mengagguk meng-iya-kan tuannya berkata.
Dan kebenaran hakiki bagi anda yang memiliki emosi tertatan rapi pada jalurnya, yang berani mengungkapkan suatu sikap yang di landasi emosi, kejujuran dan logika.
|
Disarankan: 0
 |
| |
kristi_sari Minggu, 6 April 2008 @ 11:16 WIB
 (Reply)
aduh ;atarnya bikin tulisannya rada susah dibaca. jd kudu di highlight btw iyah... kadang rasa toleran itu dilupakan sebagian org apalagi kalau di dunia maya. mainnya emosi. mentang2 ga kliatan kali yeeeee ts emank memegang segalanya (jd inget penebasan besar2 postingan di lautan). ad yg kena tebas 6000 post
|
|
 |
 |
 |
| |
yulianbjm Minggu, 6 April 2008 @ 11:25 WIB
 (Reply)
setuju deh.sama tulisannya, memang kayanya kita harus mempunyai pemikiran dan emosi yang bijak dalam hal ini..
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Minggu, 6 April 2008 @ 23:16 WIB
 (Reply)
wow...layak direnungkan baik-baik, dipikirkan dan ditimang dan selanjutnya........
|
|
 |
 |
 |
| |
debz Senin, 7 April 2008 @ 08:03 WIB
 (Reply)
rajin amat minggu posting sot..
|
|
 |
 |
 |
| |
deesan Senin, 7 April 2008 @ 19:26 WIB
 (Reply)
setujuuuu!!!!!!!!!!! *sasyaob.made.on* hehehe....
|
|
 |
 |
 |
| |
passion Kamis, 10 April 2008 @ 09:51 WIB
 (Reply)
saya gak ngerti mas priblek
|
|
 |
 |
 |
| |
henceu Jumat, 11 April 2008 @ 11:54 WIB
 (Reply)
seriusan amat seh kamu
|
|
 |
 |
 |
|
|
Sabtu, 15 Maret 2008 @ 23:45 WIB - Diari
Mengendalikan emosi itu penting. Ketika kita berhasil mengendalikan emosi kita maka dunia ada di genggaman kita. Bagaimana emosi itu dapat ditaklukan. Maka bersugesti lah. Dengan sugesti yang positif.
Ketika perasaan telah menjangkau sisi sensitive seorang manusia maka apa-pun dapat terjadi. Seperti suatu gerakan atomic, semakin di tekan maka gaya itu semakin kuat untuk meletup. Pernah kah terbayang bagaimana kuatnya suatu molekul atom yang begitu kecil dapat menghasilkan energi yang begitu besar dan dahsyat. Hingga dapat menghasilkan energi beribu-ribu kilo joule.
Manusia tersusun dari bermilyar-milyar tera atom. Tersusun begitu indahnya atas izin Yang Maha Kuasa. Keseimbangan di dalam tubuh manusia tersusun berdasarkan fungsi dan materi yang selaras. Dahsyat dan begitu rumit, di lingkupi semua bagian terkecil molekul atom yang mampu mengeluarkan energi yang begitu besar.
Saya pernah membaca buku tentang ESQ karangan om ginandjar. Bahwa ketika manusia mengalami suatu tekanan maka akan timbul suatu perlawanan yang bersifat manusiawi yang akan membangkitkan energi diluar alam sadar. Misalkan ketika seseorang yang tidak bisa berlari kencang dan meloncat tinggi, namun ketika di kejar anjing maka dengan spontanitas ia akan mampu berlari kencang dan melompat pagar setinggi satu meter lebih.
Peristiwa anjing mengejar itulah suatu stimulus yang dapat membangkitkan energi dalam diri kita. Walau sebenarnya dalam keadaan sadar dan tak terdesak kita tidak mampu berlari secepat itu dan melakukan loncatan yang begitu tinggi.
Pengembangan kemampuan luar alam sadar itulah yang semestinya kita latih. Coba bayangkan bila orang biasa seperti kita mampu melakukan hal itu tanpa adanya stimulant. Maka kita akan menjadi manusia super layaknya superman. Mungkin kita bisa melampaui carl lewis atau ben Johnson dalam kecepatan lari.
Didalam dunia pendidikan dan kerja pun seringkali kita di berikan suatu ujian untuk menilai sejauh mana kemampuan kita ketika di berikan suatu tekanan. Sejauh mana yang mampu kita hadapi ketika tekanan itu bertubi-tubi mengantam kita.
Hal tersebut bisa kita lampaui dengan berlatih bukan? Saya masih ingat bagaimana susah dan tidak bisanya mengerjakan suatu soal matematika sederhana yang di berikan oleh guru ketika sekolah dulu. Karena di hantui oleh rasa takut yang berlebihan atas sikap galak guru itu, maka semua yang ada di otak ini menjadi lenyap. Yang tinggal hanyalah rasa bingung dan tidak bisa. Hasilnya hukuman dan cacian yang di terima. Sungguh menyedihkan.
Kalau saja pada saat itu kemampuan saya dalam menghadapi tekanan seperti kemampuan saya saat ini. Mungkin soal itu dengan mudah saya kerjakan. Dan bukan tidak mungkin pujian yang akan saya terima bukan cacian.
Mengapa saya bisa begitu yakin saya mampu mengerjakan soal itu dalam kemampuan saya saat ini? Pertama saat ini saya tidak takut lagi kepada guru itu. Kedua yang pasti soal matematika sederhana itu akan mudah saya kerjakan seiring perkembangan kemampuan saya sekarang. Nah hal tersebut itulah yang mampu menghalau tekanan pada diri saya sehingga kemampuan untuk mengerjakan soal matematika itu dapat di selesaikan dengan mudah dan tenang.
Itulah mengapa kemampuan kita dalam menghadapi tekanan terus terasah dan harus terus di asah seiring waktu yang berjalan. Saya tahu tidak ada pelajaran formal untuk hal tersebut. Namun hal itu bisa kita latih terus menerus.
Intinya kemampuan dalam mengendalikan pikiran dan emosi sangat penting. Semua hal yang berkaitan dengan pikiran akan menjadikan suatu sugesti. Dimana sugesti inilah yang akan memenangkan perang antara khayalan dan kenyataan.
Percaya atau tidak, bahwasanya apa yang ada di pikiran kita, maka hal itulah yang terlihat oleh orang lain pada diri kita. Bila kita berpikir bahwa kita percaya diri maka itu lah yang di lihat orang lain pada diri kita. Begitu juga sebaliknya bila kita merasa rendah diri, kikuk dan minder maka orang lain pun akan beranggapan seperti itu. .
Insya Allah bersambung---
|
Disarankan: 0
 |
| |
hhh Minggu, 16 Maret 2008 @ 00:08 WIB
 (Reply)
isi komentar kamu di sini!
|
|
 |
 |
 |
| |
pingpongpapi Minggu, 16 Maret 2008 @ 00:18 WIB
 (Reply)
saya menangkap bahwa postingan ini menyangkut harga diri seseorang, ini ril dan ini hal yg mesti dipertahankan. jangan sampai kita membiarkan jurang menganga lebih lebar dihadapan kita, padahal kita masih punya kekuatan untuk menghalaunya. inilah yang tersirat menurut daya tangkap saya, memang ada baiknya mungkin kita menerima dengan lapang, tapi ingat, hati seseorg begitu sensi, makanya jgn melukai dgn sergahan yang tidak wajar, mungkin dgn cara halus itu lebih bisa diterima. gimana mas?
 |
 |
| |
 |
freeblack Selasa, 18 Maret 2008 @ 22:23 WIB
jaka sembung bawa golok tapi makasih atas komentar anda
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
koesplator Minggu, 16 Maret 2008 @ 02:45 WIB
 (Reply)
saya setuju dgn postingan di atas, untuk melatih itu semua harus dimulai dgn berpikir positif thinking sehingga akan mudah kita mengendalikan emosi dan pikiran, hal ini pasti deh ...
|
|
 |
 |
 |
| |
sarojini Minggu, 16 Maret 2008 @ 12:01 WIB
 (Reply)
good i like it... postingan menarik... betul.. orang2 yang hebat adalah orang2 yang terbiasa dalam lingkungan yang penuh tekanan.. yang mengasahnya menjadi manusia berjiwa tegar...kuat dan tanggap situasi..
|
|
 |
 |
 |
| |
sisponis_blog Minggu, 16 Maret 2008 @ 23:16 WIB
 (Reply)
saya setuju dgn tulisan diatas seperti sarojini, alo apa kabar? saya undang anda ke blogku semua, buat sarojini juga. saya tunggu yah!
|
|
 |
 |
 |
| |
hideous Senin, 17 Maret 2008 @ 17:14 WIB
 (Reply)
halo om freee.. dah balik lagi nehhh. kangen banget euyyy
btw, soal jealousy itu.. sulit banget yah buat ngebasmi hama hati yang satu ini
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
Created on:
Senin, 6 November 2006 @ 15:22 WIB |
|
|